fbpx
Berita / Seputar Barista

Kenikmatan “Singkat” Dengan Proses Penciptaan Yang Panjang pada Espresso

Ngomongin sejarah espresso, ngomongin sejarah mesin-nya juga.

Seperti yang sudah kamu dengar, espresso berasal dari salah satu negara kuliner besar, yakni Italia. Bagi orang biasa seperti saya, hanya dua hal yang terlintas ketika membicarakan Italia. Pertama adalah Sepak Bola dan yang kedua adalah Kuliner. Yup, layaknya sebagian besar orang yang lahir di era 80an dan 90an, dua hal tersebut yang paling “menjajah” alam bawah sadar saya ketika kata Italia terdengar. Apapun pembahasan di awal, ujung-ujungnya pasti akan bahas bola atau makanannya, walaupun lebih banyak bahas bola.

Untuk artikel ini, saya akan memfokuskan diri bicara di bagian kulinernya deh ya.

Espresso, Sejarah Mesin.

Mesin Espresso
Mesin Espresso (sumber : Dok. Barista Indonesia)

Percaya gak kalau saya bilang kita gak bisa pesan espresso di Italia? Sebenarnya sih bisa aja, tapi hampir tidak ada orang Italia yang memesan espresso dengan menyebutkan menu espresso. Karena sejatinya minuman kopi di Italia adalah espresso. Mereka biasanya memesan dengan menyebutkan Caffè atau secara sopan bilangUn caffè, per favore.” Jangan lupa gestur jarinya ya.

Bagi sebagian besar masyarakat Italia, minum kopi adalah rutinitas yang biasa. Mungkin kalau di kehidupan kita udah kaya’ buka mata kalau bangun tidur. –Eh, emang ada yang gak buka mata ya kalau bangun tidur?- Ya pokoknya gitu deh, paham lah ya maksudnya.

Kebiasaan minum kopi ini sejatinya adalah budaya yang terbentuk lama dan tidak hanya di Italia saja. Banyak negara di Eropa lain yang sudah “membudayakan” minum kopi. Namun pada saat itu proses membuat kopi membutuhkan waktu yang cukup lama. Dibutuhkan sekitar 5 menit untuk menghasilkan kopi. Ketika industri semakin berkembang, waktu yang dimiliki orang-orang kelas pekerja pun berjalan makin cepat berlalu. Mereka tidak memiliki banyak waktu luang, karena harus bekerja. Kerja, Kerja, Kerja deh pokoknya. Kaya’ familiar ya…

Pada abad 19, popularitas kopi sedang tinggi-tingginya. Dengan popularitas kopi yang tinggi, maka makin tinggi juga demand di setiap kedai-kedai kopi yang ada. Karena waktu yang dibutuhkan untuk menyeduh kopi dirasa cukup lama, banyak para pekerja yang akhirnya datang terlambat. Saya ulang nih, banyak yang telat kerja cuma buat ngantri ngopi. MANTAB! Popularitas kopi di Italia mampu mengubah arti kopi. Bukan hanya sekedar minuman dan komoditas, tapi lebih dari itu. Hampir seluruh lapisan masyarakat sadar akan kebutuhan kopi untuk keseharian mereka.

Kondisi yang mengharuskan mampu menghasilkan kopi dengan cepat ini juga menghasilkan istilah espresso itu sendiri. Espresso dalam Bahasa Italia dapat diartikan sebagai “cepat” atau “dibuat cepat”.

“Ketika supply tidak berbanding lurus dengan demand yang ada, biasanya akan lahir sebuah inovasi yang akan mengubah budaya dan peradaban manusia.” – Bapakku –

Lahirnya Mesin Espresso

Melihat peluang ekonomi yang jelas ini (dorongan komersial) dan tingginya permintaan kopi, muncullah beberapa ahli yang bekerja keras untuk menyelesaikan masalah ini. Salah satu yang berhasil adalah Angelo Moriondo, dari Turin, Italia. (Juventini kayanya, tapi gak tau juga sih,hehe…). Pada tahun 1884, Angelo Moriondo mematenkan sebuah alat yang dia sebut “new steam machinery for economic and instantaneous confection of coffee beverage”. Alat inilah yang menggiring lahirnya mesin espresso hingga saat ini.

Angelo Moriondo dan Paten Mesin (sumber : conoscerelastoria.it)

Munculnya alat tersebut, tidak serta merta langsung memenuhi kebutuhan apalagi untuk memuaskan penikmat kopi. Perkembangannya masih berlanjut. Bukan oleh Angelo. Pada tahun 1901, seorang pebisnis asal kota Milan hadir untuk melanjutkan pengembangan mesin yang telah dihadirkan oleh Angelo Moriondo. Pebisnis tersebut adalah Luigi Bezzerra. -Milanisti atau Internisti nih sidoy? Saya tidak tau, gak sempet nanya sih.

Luigi Bezzerra mampu menghadirkan perubahan yang signifikan bagi mesin espresso modern seperti saat ini. Luigi memberikan dua aspek penting, yakni portafilter dan gouphead. Portafilter digunakan sebagai wadah kopi yang sudah digiling untuk diekstraksi melalui tekanan air dari grouphead.

Semangat dan ambisi yang tinggi dari Luigi Bezzerra terbentur oleh masalah keuangan. Luigi tidak sanggup memproduksi mesin dalam skala industri. Kemudian Luigi bekerja sama dengan Desiderio Pavoni yang juga seorang pebisnis dari kota Milan. Pavoni membeli paten milik Luigi dan bekerja sama untuk menghasilkan mesin skala industri. Kerja sama mereka dikenal seperti Steve Wozniak dan Steve Jobs dalam perkembangan Espresso.

Hasil kerja sama mereka adalah mesin espresso single shot pertama. Mesin buatan Luigi Bezzera ini bukan tanpa masalah, sistem pemanasan air masing menggunakan sistem pembakaran api terbuka sehingga sulit untuk mengontrol suhu dan tekanan, serta cenderung menghasilkan rasa kopi yang smoky. Masalah sistem kontrol tekanan dan suhu berhasil diberikan solusi oleh Pavani. Ia berhasil menciptakan katup rilis pada katup mesin. Mesin ini berhasil dipamerkan perdana di Milan Fair pada tahun 1906. Salah satu yang kesuksesan dari mesin ini adalah mampu menghasilkan 1000 cangkir per jam. Membuat kepopulerannya meluas di benua Eropa.

Mesin Bezzera di Milan Fair 1906 (sumber : bezzera.it)

Walaupun dianggap berhasil, perkembangan mesin ini masih berlanjut. Transformasi secara keseluruhan mesin juga berubah seiring perkembangan budaya di dunia. Tidak hanya dari sisi penampilan, transformasi sistem di dalam mesin juga berubah. Dari yang menggunakan gas hingga tercipta mesin yang menggunakan bantuan daya listrik. Meskipun telah mengalami banyak perubahan, namun belum ada penemu yang berhasil menciptakan sebuah mesin espresso yang mampu menyeduh dengan lebih dari 1,5 – 2 bar tekanan tanpa membuat kopi terbakar (gosong).

Baru setelah perang dunia II, pada tahun 1948 melalui seorang pemilik kafe dari kota Milan, Italia, yakni Achille Gaggia mampu menghadirkan mesin baru. Melalui mesin temuannya, proses pembuatan espresso dapat dilakukan hanya melalui boiler berukuran kecil yang kemudian mengekstraksi kopi menjadi minuman yang berukuran kecil atau biasa dikenal dengan espresso shot. Peningkatan tekanan air dari 1,5 – 2 bar ke 8 – 10 bar dilakukan dengan menggunakan tuas dengan standar ukuran espresso.

Melalui mesin Gaggia yang lebih modern pula dikenal adanya pembentukan crema pada minuman espresso. Hingga kini, espresso dikenal harus memiliki tiga unsur utama, yaitu heart, body, dan crema. Selain itu, Achille Gaggia juga berhasil mengembangkan mesin yang mampu memproduksi espresso yang lebih konsisten dari segi kuantitas dan kualitas. Mesin espresso modern yang dikembangkan oleh Gaggia juga memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan mesin-mesin pendahulunya.

Revolusi mesin espresso berikutnya datang pada 1960-an dengan penemuan pompa bermotor. Sebuah mesin yang diberi nama E61 diciptakan oleh Carlo Ernesto Valente dari Milan, Italia. Mesin E61 merupakan salah satu jajaran mesin kopi paling berpengaruh dalam sejarah kopi dunia.

Faema E61 (sumber : Wikimedia)

Hingga saat ini, mesin espresso masih terus berkembang. Kini espresso menjadi bagian penting dari banyak minuman kopi yang bisa dibilang modern, Latté, Cappuccino, Mocha dan lain sebagainya yang menjadikan espresso shots sebagai dasar dari minumannya. Kecanggihan mesin espresso yang telah ada, juga harus diimbangi oleh kepiawaian Barista yang menggunakannya agar bisa menghasilkan kopi dan minuman coffee based yang nikmat.

refrensi: Smithsonian Magazine, Real Fresh Coffee oleh Jeremy Torz dan Steven Macatonia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *