fbpx
Berita / Seputar Barista / Workshop

Barista Harus Tahu, Apa Itu Kopi Konservasi

Teman-teman Barista Indonesia, kita sebagai seorang barista adalah frontliner yang akan berada di depan bar dan selalu berhadapan dengan pelanggan, tentunya hal ini yang membuat setidaknya mereka tahu wawasan yang luas tentang dunia perkopian tidak hanya teknik belaka yang diperkuat akan tetapi ada aspek lain yaitu pengetahuan tengan hubungan kopi dengan pelestarian hutan. Seperti kita ketahui bahwa tanaman kopi terutama varietas arabika biasanya di tanam di ketinggian minimal di atas 1000 meter MDPL, yang seharusnya berada di perbatasan antara ladang kopi dengan hutan. Akan tetapi ternyata banyak fakta-fakta lain yang perlu kita ketahui tentang bagaimana kopi bisa mempunyai fungsi ekonomi dan fungsi pelestarian hutan.

Hal diatas terungkap pada kegiatan webinar yang diselenggarakan pada jum’at 18 desember 2020 diselenggarakan oleh Kopi Tirto sebuah merk kopi binaan Inkubasi Bisnis Yayasan Nirudaya (https://nirudaya.id) yang bertujuan mendampingi beberapa petani kopi di seluruh Indonesia salah satu di antaranya adalah Wonosobo, Badung Bali, Pandaan, Tanggamus serta beberapa tempat lainnya di Indonesia. Dikalangan petani lainnya menanam kopi ternyata masih banyak anggapan bahwa nilai jual kopi masih rendah jika dibandingkan dengan tanaman-tanaman produktif lainnya seperti sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya. Hal lain yang diungkap oleh Pak Martin Kreshna sebagai Executive Director Yayasan Nirudaya ini terjadi karena petani menjual ke pembeli yang tidak berorientasi pada kopi sehingga mereka akan menekan harga beli dibawah harga pasaran. Salah satu program yang menjadi tujuan Kopi Tirto adalah bagaimana agar petani menanam kopi di lahan dekat dengan vegetasi hutan tanpa harus membabat hutan-nya kemudian ditampung oleh Kopi Tirto dengan harga yang wajar. Proses selanjutnya adalah produksi dan jual ke konsumen langsung. Dengan menjual kopi menggunakan harga pasaran membuat taraf ekonomi para petani meningkat sehingga memperkuat keyakinan para petani bahwa kopi menjadi bisa menjadi komoditas pertanian yang bernilai jual tinggi otomatis akan mempengaruhi kehidupan sosial serta layak diperjuangkan. Sebagai pelaku dan testimoni langsung di dalam webinar ini pun dihadirkan bli Wana atau nama aslinya adalah I Ketut Kartika Yasa seorang petani kopi di Jempanang, Badung Bali ikut menceritakan tentang proses konservasi kopi yang dilakukan oleh beliau dibantu oleh semua stakeholder terkait.

SCOPI (https://scopi.or.id/id) dan Aqua Lestari (https://aqualestari.aqua.co.id/home) sebagai salah satu pembicara secara high level tentang bagaimana perannya masing-masing dalam kegiatan ini. SCOPI (Sustainable Coffee Platform Indonesia) yang diwakili oleh Irvan Helmi Ketua Dewan Pengurus SCOPI berbicara bahwa Industri Kopi Lokal saat ini sedang naik karena tingkat konsumsi-nya sudah meningkat akan tetapi jika tidak terjadi sebuah upaya membantu agar vegetasi hutan tetap terjaga bukan tidak mungkin dalam 30 tahun kedepan Kopi akan semakin langka karena makin berkurangnya lahan untuk bertanam kopi. Begitu juga dengan Danone Aqua yang diwakili oleh Budi Rahardjo atau biasa dipanggil Bujo sebagai Agriculture Manager Danone Indonesia mempunyai kepentingan industri tersendiri agar debit air tanah disekitar area produksi tetap tersedia, tentunya sangat mendukung program ini dan diwujudkan dengan Aqua Lestari sebuah program CSR yang salah satunya adalah membantu para petani.

Jika ingin melihat video lengkapnya silakan akses ke link ini : https://www.youtube.com/watch?v=VBk4B_tNgF0&t=55s

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *