fbpx
Berita / Tips & Trick / Workshop

Resiko Bisnis itu Nyata, Begini Cara Mengatasinya

Seperti yang teman-teman Barista Indonesia ketahui, saat ini kita masih mengalami dampak dari pandemi COVID19. Food and Beverage (F&B) atau bidang kuliner merupakan salah satu industri yang terkena dampak serius pandemi ini pada banyak level, sebut saja Yum China perusahaan asal Shanghai yang mengoperasikan sejumlah waralaba seperti KFC, Taco Bell & Pizza Hut menutup lebih dari sepertiga restaurant milik mereka akibat wabah. Atau di Amerika Serikat yang tak lebih baik dimana industri restaurant diperkirakan mengalami kerugian sekitar 25 miliar dolar AS akibat pandemi. Tak kurang 3 Juta orang lebih kehilangan pekerjaan.

Namun demikian, di Indonesia sendiri banyak bermunculan UMKM baru. Berbagai alasan dan tujuan menjadi latar belakang dari banyaknya jumlah usaha baru. Banyak usaha yang didirikan oleh pebisnis baru sebagai bentuk pertahanan (second layer) jika bisnis utamanya hancur. Tidak sedikit juga yang memulai usaha akibat kehilangan pekerjaan. Pada dasarnya, bisnis dijalankan untuk 2 tujuan. Tujuan pertama adalah kebebasan finansial. Di dalamnya ada Cashflow dan Profit. Kemudian kebebasan waktu yang bisa didapat dengan adanya sistem dan tim. Dengan Sistem, perjalanan bisnis akan berubah dari manual menjadi auto-pilot. Bahayanya adalah perusahaan – perusahaan besar mampu merekrut banyak karyawan dengan keahliannya masing-masing yang sangat bertolak belakang dengan pelaku bisnis UMKM yang seringkali mengerjakan sendiri semua kebutuhan usaha.

Untuk saat ini memang tidak ada salahnya teman-teman Barista Indonesia memulai usaha dengan konsep B2C (Business to Customer), namun demikian teman-teman juga harus jeli terhadap masalah yang ada ketika memulai usaha baru. Beberapa kendala yang terjadi seperti price war antar segmen, penurunan harga jual oleh pelaku bisnis raksasa yang mulai turun ke jalan, hingga kurangnya pengetahuan untuk mempertahankan usaha yang dirintis pasti akan dialami dan menjadi resiko yang mudah terlihat. Itulah alasan penulis membuat tema tulisan ini menjadi bisnis adalah resiko, akan tetapi resiko ini pasti bisa teman-teman Barista Indonesia hadapi dan mampu mengatasi.

Untuk bisa mengatasi resiko bisnis yang ada dan menjaga agar tidak salah langkah dalam mengatur perjalanan bisnis kedepannya, teman-teman Barista Indonesia yang menjalani bisnis kuliner, diharapkan mampu menyerap dengan cepat kebutuhan di level management bisnis. Hal hal dibawah ini menjadi contoh kebutuhan penggerak bisnis sebelum kita memulainya diantaranya pemilihan menu, biaya makanan, perhitungan laba rugi dan lain-lain.

Barista Indonesia sebagai komunitas merasa perlu untuk mengadakan kelas sebagai respon menghadapi kendala-kendala di atas untuk membantu para pengusaha UMKM yang membutuhkan. Kelas ini tidak hanya dikhususkan untuk para pelaku usaha kopi saja. Para pelaku usaha di bidang kuliner bisa ikut serta karena materi yang akan disampaikan bersifat umum. Barista Indonesia mengadakan kelas ini agar kita sebagai pelaku UMKM mampu mengatasi resiko-resiko bisnis kuliner yang umumnya dihadapi oleh para pengusaha. Di dalam acara ini kita bisa berdiskusi dan menganalisa dari masalah yang biasa dialami pelaku UMKM agar tercipta sebuah iklim kelas yang kondusif. Selain itu nanti para peserta akan mendapatkan file yang bisa di download agar bisa dimanfaatkan setelah kelas selesai. Sebagai informasi, khusus kelas ini, Barista Indonesia menyelenggarakan kelas dalam 2 batch yaitu pada tanggal 6 dan 13 desember 2020.

kelas barista indonesia

Sampai jumpa di kelas dan tetap jaga kesehatan, serta selalu ingat 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *