fbpx
Barista Journey / Berita

Ngopi Di Damkar

Hari itu hujan di jam 10.00 pagi, sedangkan saya sudah membuat janji dengan salah seorang pelaku kopi. Seorang pahlawan kalau boleh saya bilang, karena dia bertugas di dinas pemadam kebakaran di salah satu pos damkar di Pekayon, Jakarta timur. Karena kekaguman saya pada beliau, saya paksakan naik motor dan berangkat.

Perkenalkan, nama beliau adalah Jemmy Berahim. Beliau belajar kopi baru 5-6 bulan yang lalu. Alasan beliau mempelajari kopi adalah hal yang membuat saya kagum.  Saat bertemu, kami gak langsung cerita-cerita. Kami ngopi dulu dengan jamuan kopi Malang Arjuno menggunakan metode V60 yang beliau buat. Dari seruputan pertama mulai lah beliau bercerita tentang kopi.

Kisah dimulai dari meninggalnya ayah beliau yang merupakan seorang perwira TNI. Almarhum adalah peminum kopi salah satu brand besar – tidak akan saya sebutkan – setiap pagi, dengan gelas besar dan dengan beberapa tegukan saja kopi itu habis diminumnya. Beliau bilang, Allah saja yang mempunyai hak prerogatif untuk ajal kita, tapi karena trauma kehilangan ayahnya yang sangat dia kagumi, om Jemmy (sapaan akrab) memutuskan untuk tidak minum kopi lagi sejak saat itu.

Sampai suatu hari, istrinya merupakan seorang mantan guru yang juga peminum kopi, mengajak beliau untuk minum kopi di salah satu coffee shop di Jakarta dan memesan kopi susu, di situ lah dia lihat ada beberapa biji kopi dijual yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia. Dari situ beliau pun mulai penasaran dengan kopi dan mulai Googling dan banya membaca buku tentang kopi. Beliau mulai trip ke kedai-kedai kopi lokal dan melihat berbagai macam metode pembuatan kopi dan makin penasaran sampai akhirnya beliau bertanya kepada barista yang sedang bertugas tentang kopi dan alat-alatnya. Apa saja yang dibutuhkan kalau mau ngopi di rumah, alat apa yang dibutuhkan untuk mengolah kopi yang belum digiling.

Setelah mendapatkan jawaban dan refrensi, akhirnya beliau beli satu persatu alat kopi yang dibutuhkan. Alat pertama yang dibeli adalah satu paket manual grinder dengan kopinya dan V60 dengan paper filter-nya. Sekarang beliau punya berbagai macam barista tools di booth yang beliau buat di posnya. Pada bulan depan (setelah pertemuan kami) beliau pun sudah memesan alat roasting manual! Luar biasa! Dalam waktu lima bulan saja, diawali dengan rasa ingin tau yang besar  dan keinginan untuk minum kopi sehat, beliau sudah menguasai berbagai macam teknik menyeduh dengan berbagai metode. Masya Allah.

Ada salah satu teman beliau bilang “Jem, lu kalau mau bisa bikin kopi, lu datengin acara-acara public cupping, diskusi kopi dan lain-lain, dan banyak kunjungi kedai-kedai kopi sambil bertanya ke barista nya…” dan beliau pun melakukan itu. Di acara Kopi Ikhlas, kami pertama bertemu dan pertemuan kedua kami bertemu ketika dia mengunjungi ke tempat kerja saya di Bekasi. Dia cerita sedikit tentang booth kopi yang dia buat di pos damkar-nya. Hal itu yang membuat saya ingin menulis ini.

Selain untuk diri sendiri, beliau pun menularkan minum kopi sehat ke anak buahnya bahkan beliau sempat diundang oleh Kadin Damkar Jakarta!

Sungguh perjalanan dan pengalaman kopi yang sangat memberi inspirasi.

Teman-teman Barista Indonesia pun juga bisa saling memberikan inspirasi terhadap sesama penikmat kopi, bahkan mungkin bisa membuat orang yang belum memahami kopi bisa menikmati kopi seperti om Jem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *